Wednesday, May 24, 2006

Pelindung & Penasehat - Jro Mangku Suwandra

Jro Mangku Suwandra,

Beliau di percaya sebagai pelindung dan penasehat di Sanggar Kresna Dana khususnya dalam bidang upacara dan menguatkan "Taksu" dari setiap kegiatan yang di lakukan di sanggar. Putra pertama dari almarhum I Nyoman Sapta ini adalah purnawirawan ABRI - TNI AD, sebelumnya beliau sempat menjadi sukarelawan desa, menjadi tameng banting setir dan sukarelawan dwi kora.

Pada Tahun 1969, beliau masuk Catam Kodiklat dan telah bertugas aktif sebagai TNI-AD, tugas dinas yang di emban diantaranya:
- Korem 163 Wirasatya & Kodam IX Udayana

- Yonif 741 Singaraja
- Kompi Senapan 1617 Negara
- Koramil 1617-04 Pekutatan,

Kursus jabatan yang pernah di ikuti selama aktif di kedinasan adalah:
- Secaba 1978

- Sus Bati Tu Kodim 1617
- Sus Babinsa
- Sus Baton
- Sus Batuud
- Baur Konsos Koramil 1617 Pekutatan
- Sus Bati Danramil se Indonesia 1998

Tanda Jasa yang di anugerahkan selama masa tugas sebagai TNI adalah:

- Satya Lencana Penegak Delapan tahun
- Satya Lencana XIV Tahun
- Satyla Lencana Seroja I timtim
- Satya Lencana Seroja II Timtim
- Satya Lencana Wiradarma

Beliau kini telah pensiun, di masa senjanya kakek 7 cucu ini mulai menekuni dan mendalami bidang spiritual hal ini di buktikan dengan terpelihnya beliau atau ketapak oleh Ida Yang Sesunan hingga menjadi Jro Mangku di Merajan dan Tempek desa.

Jro Mangku Suwandra, kini di percaya untuk melindungi dan memberi Taksu Sanggar Kresna Dana dari sisi Niskala, sehingga di masa yang akan datang terjadi keseimbangan, keselarasan dan dapat mewujudkan visi dan misi dari Sanggar Kresna Dana. Beliau juga memiliki darah seni tabuh yang di wariskan dari leluhurnya.

Team Bendahara Kresna Dana


Drs. I Nengah Suwindia,

Di lahirkan di desa penyaringan, kecamatan mendoyo, kabupaten jembrana Bali. Dia adalah keturunan keluarga seni dari kakek Pekak Rewi beliau seni di bidang gender wayang kulit, geguritan serta paranormal (dari pihak perempuan) sedang pihak laki-laki (dari kakek) pekak weneng adalah sosok seni dalam bidang seni angklung, jegog / tingklik, seni ukir dan geguritan. Orang tuanya adalah I nyoman sapta (alim) dengan ni wayan rewi juga sosok seni dalam bidang: mengukir, jegog, tingklik, wirama, kekawin, pemangku dadia.

Suwindia adalah anak ke 2 dari 9 bersaudara. Pengalaman:
- 1965 SD menggeluti dunia seni yaitu seni jegog dan tingklik
- 1967 SMP terus mendalami jegog,
- 1970 SMU seni gong kebyar
- 1971 perguruan tinggi Yudo
- 1973 Bekerja di BRI dengan jabatan yang pernah di pegang

Sebagai pemegang buku selama 5 thn
Sebagai kasir 5 thn
Sebagai mantra petugas lapangan BRI 3 thn
Sebagai kepala BRI unit selama 14 thn
Sebagai penil/pengawas selama 4 thn
Sebagai assit manager bisnis mikcro (ambm) 5 thn
- 2000 mulai aktif dengan tabuh gender

Jabatan di pegang saat ini:
- sebagai pengurus desa adat (Desa Pakraman)
- pengurus program CBD (community based development)
- pengurus pesraman desa penyaringan

Sang Dalang Wayang Kulit di Kresna Dana


I Ketut Alit Tenaya,

Lebih di kenal dengan nama "nayok" di tempat asalnya dia telah dikenal di desa penyaringan sebagai prang yang seni di segala bidang. Dilahirkan dari keturunan dalang I Made Muna adalah seorang yang mempunyai keahlian di bidang pembatan wadah, seni ukir, dan membuat wayang kulit.

Nayok adalah salah seorang anak yang mewarisi semua seni ayahnya. Pengalaman seni:
- Umur 8 tahun s/d SMP seni dalam membuat wayang dari kertas dan langsung menjadi dalang dengan irama yang di gunakan adalah tingklik (belum pakai gender)
- 1996 mulai mewujudkan wayang kertas ke wayng kulit dengan karya sendiri
- 2000 menggeluti seni gender - nayok memiliki gender kuno yang masih dirawat rimahnya sendiri.

Composer Gambelan Sanggar Kresna Dana


I Wayan Gama Astawa,

Dipanggil Pak Gama dilahirkan dalam lingkungan petani, dimana kakek ( Alm Ketut Merta ) adalah sosok tokoh seni “ Kendang Gede ” ( Kendang Mebarung ) dan Seniman Angklung pada zamannya. Sedangkan Nenek ( alm Ni Nyoman Gumreng ) juga sosok seniman tari Jogeg Bumbung Gebyog Versi Jembrana. Orang tua Pak Gama yakni I Nengah Selen dan Ni Nengah Seri juga sosok seniman Kerawitan dan Tari khususnya pada seni Jegog khas Kabupaten Jembrana.

Pengalaman-pengalaman yang dialami seniman I Wayan Gama Astawa, S.Sen :
1. Sejak umur 8 tahun sudah aktif bermain Gamelan Bali yakni Gong Kebyar dan Jegog semasih duduk dibangku Sekolah Dasar.
2. Tahun 1976 ikut Festival Gong Kebyar anak-anak se Bali sebagai “ Pengugal ” Duta Kabupaten Jembrana.
3. Tahun 1979 ikut Festival Gong Kebyar anak-anak se Bali sebagai “ Pengugal ” Duta Kabupaten Jembrana.
4. Tahun 1982 ikut Festival Gong Kebyar anak-anak se Bali sebagai “ Pengugal ” Duta Kabupaten Jembrana semasih duduk dibangku SMP.
5. Tahun 1994 ikut Festival Gong Kebyar remaja Sekolah Pendidikan Guru ( SPG ) se Bali sebagai Pengugal.
6. Tahun 1985 ikut Festival Gong Kebyar Tingkat Propinsi Bali Duta Kabupaten Jembrana sebagai “ Pengugal ”dengan karya seninya : tabuh Kreasi Judul : “ Semara Ratih ”.
7. Tahun 1985 mengikuti festival Jegog se Jembrana sebagai “ Pengugal ” dengan Karya seninya tabuh Kreasi Judul : “ Goak Mesisikan ” dan “ Teruntungan ” ( Maharani Recod ).
8. Tahun 1987 mengikuti festival Jegog se Jembrana sebagai “ Pengugal ” dengan karya seninya “ Tabuh Teruntungan ”.
9. Tahun 1988 mengajar tamu asing dari USA yakni Miss Khaterin Seatton Beddall dalam Gambelan Jegog selama satu tahun di rumah Tegalcngkring ( Yale University Calivornia ). 10. Tahun 1988 mengajar tamu asing dari USA Mr. Adam tentang Gambelan Jegog selama satu minggu di rumah Tegalcangkring.
11. Tahun 1988 mengajar tamu asing dari USA Mr. Michael Tenzer di peliatan Ubud tentang gambelan Jegog.
12. Tahun 1989 sebagai informan dalam penulisan buku judul “ Balinese Music ” oleh Mr. Michael Tenzer khususnya dalam Gambelan Jegog.
13. Tahun 1989 mengajari Jepang Miss Guinko Kube dari Tokyo khususnya Gambelan Jegog. 14. Tahun 1989 mengajar tamu dari USA Miss Diana dan Mr. Petter Brad ahli sexpon dalam Gambelan Jegog.
15. Tahun 1985 melakukan pementasan bersama dalam Gambelan Gong Kebyar dengan grup “ Sekar Jaya ” Calivornia dengan Ardana Kusuma Tegalcangkring.


Dan masih banyak lagi murid yang ia miliki sampai dengan tahun 2006 ini, kami akan berikan informasinya segera di halaman ini, mohon bersabar.

Tabuh Yang Telah di Garap


Jenis Tabuh Yang Telah Di Selesaikan,

Sanggar Kresna Dana, bukanlah seperti bayi yang baru lahir namun ia telah berdiri sejak lama dan mempunyai kelebihan, keahlian dan talenta yang kuat dalam menciptakan music atau tabuh. Hal ini dibuktikan dengan di buatnya kolaborasi music jegog dengan sex-sofon yang menghasilkan sebuah musik karya seni yang bernilai tinggi.

Berikut beberapa jenis tabuh yang telah selesai di garap dan siap di mainkan dan di pertontonkan untuk masyarakat luas di seluruh dunia;

1. Gambelan Jegog, ada beberapa karya yaitu:
10 Tabuh teruntungan dan 8 tabuh kreasi diantaranya: Kebyar Deng, Kidang Rengas, Goak Masiksikan, Kul-Kul Bulus, Asta Karini, Lelasan Gadang, Pantun dan tabuh Bali.
2. Gambelan Angklung Tujuh nada yaitu:

Tabuh Pengungkab Sabda, Ketug Bumi, Sandi Kala, Kembang Rijasa, Sewa Gati, Gegilakan, 4 Jenis Tabuh Cantungan dan Tetenger

Masih ada banyak lagi jenis tabuh yang sudah kami ciptakan, dan kami akan terus berupaya untuk menciptakan kreasi dan kolaborasi music yang lainnya yang lebih bernilai seni & religius.

Tuesday, May 23, 2006

Team di Kresna Dana

I Ketut Wiratama,

Ketut, panggilan akrabnya lahir di kota negara mempunyai minat yang sangat kuat untuk melestarikan seni dan budaya leluhurnya khususnya di bidang musik dan spiritual.

Ketut, menguasai beberapa jenis tradisional bali music diantaranya, Jegog, rindik, seruling dan gender yang kini sedang di tekuninya. Dalam kancah music modern ketut telah terbiasa memanikan alat musik gitar dan drum. Semasa kuliah dia memiliki group di kampusnya, di bawah ke pemimpinanya dia berhasil ikut beberapa ajang kontes music punk di denpasar. Selain bidang seni, ketut juga adalah seorang prakstisi meditasi dan penyembuh alternatif, mulai belajar meditasi di tahun 1993 ketika duduk di bangku kuliah semester pertama, dia telah belajar teknik yoga di antaranya Kundalini Yoga, Shaja Yoga, Raja Yoga dan Shiwa Bala Yogi. Semu di pelajari karena ketekunan dan minatnya yang tinggi untuk memahami diri sendiri melalui jalan penyatuan dengan Tuhan.

Di tahun 2000, ketut membuka sebuah klinik pengobatan gratis bersama dengan temannya, misinya adalah membantu orang yang kurang mampu untuk berobat sehingga klinik pengobatannya dibuat gratis. Dia meluaskan pengetahuannya tentang penyembuhan dengan belajar tehnik Reiki diantaranya Reiki Usui, Reiki Tibet dan Reiki Tumo sampai dengan level master.

Dalam hal pekerjaan, ketut telah aktif terjun di dunia pariwisata selama lebih dari 10 tahun, jabatan yang ia miliki sekarang adalah Branch Manager pada salah sebuah Travel Luxury yang ada di Indoneisa dengan nama Magellan Resorts Indonesia.

Kini ketut terpanggil hatinya untuk memajukan daerahnya sendiri yaitu bumi mekepung sehingga di kenal di seluruh negeri dan akhirnya bisa membantu melestarikan seni dan budaya yang ada di Jembarana khususnya.

Sanggar Karawitan Seni & Tari Jembrana

Kresna Dana

Sanggar Karawitan Seni dan Tari "Kresna Dana" berdiri dengan misi untuk mengembangkan dan melestarikan semua bidang seni yang ada di tanah Mekepung. Kami hadir untuk memberikan pelayanan dan informasi tentang seni, khususnya di dearah Jembrana.

Kami sangat menyadari bahwa di Bali umumnya dan di Jembrana khususnya terdapat banyak sekali jenis dan ragam bidang seni itu, dari seni tabuh, tari, tembang, tenun, patung, lukisan dan masih banyak lagi. Untuk itu, sanggar kresna dana hadir untuk membentuk suatu komunitas seni di dalam suatu wadah organisasi sehingga di masa yang akan datang dapat dijadikan suatu tempat atau pusat kajian seni dan budaya masyarakat Jembarana.

Dengan segala kemampuan kami secara maksimal akan melakukan promosi baik itu ke dalam maupun luar negeri, kamipun telah mencoba membuat kerja sama dengan beberapa hotel dan villas untuk dapat bekerja sama dalam pengadaan hiburan kesenian kepada tamu lokal dan manca negara, baik untuk acara pernikahan maupun tontonan seni.